Dampak Negatif Penggunaan Teknologi

Image: canva.com

Dampak Negatif Penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi

Dengan adanya teknologi di dunia ini telah mendatangkan kemudahan pada manusia yang menggunakannya. Namun dibalik itu semua, dampak negatif dari penggunaan teknologi informasi dan komunikasi juga sangatlah besar pengaruhnya bagi manusia. Apa saja dampak dan pengaruh yang didapatkan? Yuk simak penjelasannya di bawah ini.

Jika penguasaan ilmu teknologi informasi dan komunikasi ini tidak diimbangi dengan moral yang baik, maka sama halnya dengan memanfaatkan teknologi itu sendiri pada hal yang tidak baik. Memang benar, itu akan menyebabkan suatu keuntungan bagi pihak yang melakukan tindakan tersebut. Namun, itu juga akan memberikan suatu kerugian pada masyarakat umum.

Salah satu contoh dampak negatif yang timbul pada siswa dengan kemajuan teknologi saat ini yaitu malas belajar. Mengapa? Karena siswa lebih tertarik dan ketagihan untuk menggunakan teknologi dalam hal bermain game online atau melakukan chatting di internet. Selain itu, dengan adanya teknologi internet ini siswa akan lebih mudah dalam mengakses situs-situs yang tidak bermanfaat dan situs yang mengandung unsur kekerasan.

Tentu dengan hal ini dapat menurunkan moralitas siswa tersebut, dikarenakan siswa masih memiliki jiwa yang labil yang berarti belum dapat menentukan mana yang baik untuk pertumbuhan jiwa dan moralnya. Apa yang akan terjadi terhadap masa depan negeri ini, jika generasi muda penerus bangsa tidak memiliki moral yang tidak baik?

Untuk mengakali prosedur-prosedur yang jujur tersebut, maka digunakanlah sebuah penguasaan IPTEK sehingga lahirlah yang namanya cyber crime. Apa itu cyber crime? Sebuah kejahatan yang dilakukan di dalam dunia maya atau internet. Banyak sekali macam dan bentuk dari cyber crime ini, seperti pembobolan kartu kredit, penyadapan informasi dan data pribadi melalui internet, bahkan sampai dengan adanya cyber porn.

Cyber porn adalah sebuah tindakan penyebaran aktivitas penyimpangan seksual yang menggunakan berbagai macam teknologi informasi dan komunikasi, seperti internet, majalah, CD/DVD, dan telepon genggam. Jadi, tidak jarang bahwa model dalam gambar yang berpose tidak baik tersebut adalah hasil sebuah rekayasa grafis dari penggunaan software-software khusus.

Hal ini akan membuat sebuah sensasi yang bisa mencemarkan nama baik dari model di dalam gambar tersebut. Tidak hanya dapat merusak moral saja, dengan penyebaran materi yang berbau pornografi juga bisa melanggar aturan agama dan undang-undang. Untuk mengatur dan memberikan sanksi atas pelanggaran ini, maka dibuat undang-undang antipornografi.

Kini dengan semakin canggihnya alat-alat digital, orang-orang dapat membuat benda tiruan. Contohnya, alat cetak (printer) bisa memungkinkan orang untuk melakukan pencetakan uang palsu yang dimana uang tersebut hampir mirip dengan aslinya dan pencetakan benda lainnya.

Dampak negatif selanjutnya adalah maraknya aktivitas seperti pembajakan, yaitu memperbanyak dan menyebarkan suatu karya cipta orang lain dengan tanpa izin dari pemilik karya atau orang tersebut. Misalnya, karya cipta yang berhubungan dengan teknologi informasi dan komunikasi, seperti program komputer, buku, VCD, CD,dan DVD.

Aktivitas tersebut bisa dikatakan sebagai suatu tindakan kriminalitas. Mengapa? Alasan yang tepat adalah hal ini akan menyebabkan suatu keuntungan yang tidak bertanggung jawab, karena ini jelas akan merugikan pihak lain secara materil maupun intelektual. Undang-undang telah mengatur tindakan ilegal tersebut di dalamnya.

Contoh dampak negatif lainnya adalah virus. Virus yang dimaksud bukan yang sedang ada di pandemi sekarang ini ya, melainkan virus komputer. Virus ini akan merusak sistem komputer kita dan tentu kita juga akan mendapatkan kerugian yang luar biasa secara materil.

Dengan begitu, hal yang terpenting dari keadaan tersebut adalah adanya dan dibutuhkannya suatu tanggung jawab moral, baik itu dari pengguna atau penyedia dari teknologi informasi dan komunikasi itu sendiri. Sehingga dalam pemanfaatannya dapat didasari nilai-nilai keimanan, ketakwaan, etika dan estetika.

Dengan mengembangkan nilai-nilai tersebut, setidaknya dampak negatif dari penggunaan teknologi informasi dan komunikasi khususnya internet, dapat diminimalisir terutama bagi generasi muda yang sedang dalam masa pencarian indentitas dirinya sendiri.


Referensi:

Buku Sekolah Elektronik Mengenal Teknologi Informasi dan Komunikasi Kelas 7 Ida Bagus Budiyanto dan RR Phitsa Mauliana 2010

Baca Materi Selanjutnya >

< Baca Materi Sebelumnya



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *